Monday, July 30, 2018

Jadwal aktifitas anak 2 tahun, menu sarapan - makan siang, dan menu bekal anak TK

Menu snack kirana ( TK A) 30 juli - 3 agustus 2018

Senin
Nasi udang goreng saos tomat, apel potong, yoghurt

Selasa
Telur rebus dan kentang saus tomat, yoghurt

Rabu
Sereal dan susu putih, mangga potong

Kamis
Nasi goreng telur, brokoli rebus, yoghurt

Jumat
Nasi nugget tempura saos tomat, yoghurt



Menu sarapan-makan siang 29 juli - 4 agustus 2018

Minggu
Sayur bayam bening plus jagung wortel
Gulai pepaya
Ayam goreng

Senin
Sayur asem
Udang goreng

Selasa
Sayur tumis buncis wortel labu
Rendang telor

Rabu
Sayur lodeh
Telur dadar

Kamis
Sayur buncis rebus
Sop iga

Jumat
Sayur tumis campur2 bakso
Tempura

Sabtu
Sayur kukus,
Sarapan diluar sambil jalan pagi


Jadwal aktifitas raka 30 juli - 4 agustus 2018

Senin : 
finger painting huruf alif dan singa (asad) dengan paint merah.. 
memainkan figur singa yang tinggal di hutan
Berkisah tentang “sang singa padang pasir”

Selasa
Mewarnai huruf alif dengan crayon biru, mewarnai asad dengan warna biru
Bermain air biru(ocean) dan hewan laut
Berkisah tentang kapal nabi nuh

Rabu
Mengenal huruf ba, bermain dengan baqaroh (sapi).
Membuat dan mencetak playdough kuning, lalu mengisi huruf ba dengan playdough kuning.
Berkisah tentang Al Baqarah (sapi betina)
(Sumber muslimkecil.com)

Kamis
Mengelompokkan warna merah, biru, kuning menggunakan bolt plastik.
Menempelkan kertas2 warna merah, biru dan kuning di huruf ba (collage)
Bermain peternakan sapi sambil berkisah nabi musa beternak sapi

Jumat
Kolase huruf ta menggunakan daun daun hijau.
Ta untuk timsahun, menceritakan tentang buaya.
Kisah nabi sulaiman

Sabtu 
Review huruf alif, ba dan ta





Sunday, July 29, 2018

Shokyuu Task 2: Menjaga Mindset & Solusi Ideal Lifestyle

Pengokohan Mindset

Saya tidak menyangka akan mendapatkan tantangan yang cukup mendebarkan di kelas Shokyuu ini. Mengapa? Para peserta lagi-lagi diminta mereview dan menyampaikan kembali mindset dan target di task 1. Memang sih, saya juga merasa sepertinya ada yang harus diperbaiki, hehe. 


Sebelumnya curhat sedikit ya (ehm..). Saya merasa punya terlalu banyak keinginan dalam hidup ini. Ingin bisa banyak hal, sebagian saya realisasikan dengan ikut kursus, atau mencari sendiri sumber-sumbernya. Di saat yang bersamaan tentunya saya juga ingin menjalani peran sebagai istri, ibu, anak, dan pribadi yang sebaik-baiknya. Namun saya belum pernah menulis  visualisasi target ideal jangka panjang maupun jangka pendek saya. Apalagi membuat tahapan realisasinya dalam bentuk timeline yang terencana. Saya hanya menyimpan rencana-rencana tersebut di kepala saya. Kadang saya merasa aktifitas harian saya terasa sangat random. Apa yang ada di depan mata langsung saya kerjakan. Mungkin ini juga jawaban atas tertatih-tatihnya keseharian saya. :)

Maka, berniat ingin memperbaiki diri, dengan membaca Bismillah, saya akan kembali menuliskan mindset yang ingin saya tetapkan untuk hidup saya:

  1. Memahami prioritas peran sebagai istri, ibu,sekaligus sebagai pribadi berdasarkan ajaran Alqur'an dan menjalankannya secara proporsional 
  2. Memiliki, menciptakan rumah yang menyenangkan dan menentramkan bagaikan surga (baiti jannati). Rumah yang didalamnya diisi oleh penghuni yang saling  menyejukkan, termasuk juga barang-barang didalamnya. Rumah yang memberikan kenyamanan tidak hanya secara fisik, tapi juga ketenangan batin. 
  3. Menjadi teladan untuk anak-anak, menjadi tempat yang senantiasa  dipercaya bagi mereka hingga mereka nanti tua. 
Mindset penting dalam mewujudkan lifestyle. Agar lifestyle tercapai, mindset harus dijaga. Diperlukan upaya yang konsisten untuk menjaga mindset, sebagai berikut:
  • Membuat timeline meliputi kegiatan berbenah, melayani suami, mengasuh anak, dan pribadi. 
  • Memperdalam pengetahuan saya mengenai peran wanita dalam keluarga (istri, ibu, pribadi) dari sumber yang mempunyai keahlian di bidangnya.
  • Menginformasikan dan melibatkan seluruh anggota keluarga dalam proses pengokohan mindset
  • Mengikuti kajian-kajian juga adalah suatu cara pengisi ruh agar menjadi pribadi yang lebih ikhlas dan bersyukur dalam menjalani dan mencapai tujuan hidup.
  • Bergabung dengan komunitas yang positif, saling berbagi dan menyemangati.
Nah, untuk visualisasi ideal lifestyle di task 1, ada yang perlu saya tambahkan, sbb:
  • Saya bahagia menyiapkan segala keperluan suami dan mendidik anak-anak di rumah yang nyaman, yang hanya berisikan barang-barang yang membahagiakan, tertata dengan rapi.
  • Saya menyadari dan mendahulukan kebutuhan pengembangan diri anak-anak pada jam-jam mereka terjaga. Sehingga hal-hal yang bersifat pengembangan diri pribadi akan saya lakukan diluar jam aktif mereka. Seperti online class, menjahit dan menulis.
  • Berbenah sehari-hari hanyalah proses mengembalikan barang-barang ke tempatnya yang telah tersedia. Saya bisa melibatkan anak-anak untuk mengerjakannya. Saya juga tidak merasa terganggu dengan hal itu. Hal ini karena sebelumnya saya sudah berbenah dengan metode menyeluruh yang Insya Allah hanya dibutuhkan sekali seumur hidup (konmari). 
Hambatan dan solusi dalam merealisasikan visualisasi ideal lifestyle
  • Saya terbiasa bangun ketika azan subuh, tidak sebelumnya. Namun demi tercapainya lifestyle yang saya inginkan, saya harus berjuang melawan malas, harus sering mengingatkan diri akan mindset. Solusi nyata salah satunya memasang alarm. Atau dengan melakukan berbenah harian dan persiapan untuk pagi hari sebelum tidur malam harinya.
  • Waktu yang terbatas untuk berbenah besar (konmari), sehingga akan mempengaruhi jadwal harian. Solusinya mengikuti jadwal berbenah di kelas Shokyuu dengan tertib. Jika ada aktifitas mendadak, akan disesuaikan tapi dikejar di minggu yang sama.
  • Saya terbiasa berbenah atau kadang mendahulukan berbenah di jam anak-anak aktif di rumah. Solusinya, saya akan menempel komitmen dan timeline saya di dinding untuk mengingatkan diri sendiri.
  • Tidak sempat mengerjakan persiapan sekaligus selesai berbenah di pagi hari sebelum 07.15, solusinya mendelegasikan tugas untuk cuci baju dan bersih-bersih rumah kepada asisten yang tidak menginap.
Berikut adalah timeline yang telah saya susun
  • Harian:

04.30 - 07.15 : Ibadah subuh, Mandi, cuci pakaian, persiapan suami dan anak sekolah (termasuk bekal dan sarapan Bersama yang sudah direncanakan mingguan)
07.15 - 08.00 : Mengantar anak sekolah (membawa adik, sekaligus adik bermain outdoor)
08.00 - 10.30 : Menemani adik aktifitas (sudah dibuatkan rencana aktifitas mingguan), atau ke kajian (hari rabu/kamis/jumat)
10.30 - 11.30 : Menjemput anak sekolah.
11.30 - 12.30 : Makan siang bersama anak-anak
12.30 - 13.00 : Sholat dzuhur sambil anak-anak aktifitas ringan didalam rumah
13.00 - 15.00 : tidur siang anak (saya tidur maks 1-1.5 jam), menyiapkan snack 
15.00 - 15.30 : snack sore, aktifitas di dalam, sholat ashar
15.30 - 17.00 : aktifitas luar, mandi sore
17.00 - 06.00 : makan malam sambil persiapan sholat magrib
06.00 - 07.30 : Sholat Magrib, dilanjutkan baca Alquran, iqro, aktifitas anak, snack, dilanjutkan Sholat Isya
07.30 - 08.30 : Baca buku, persiapan tidur anak
09.00 - 10.00 (maks 11.00) : pengembangan diri
  • Mingguan
Sabtu : belanja sayur untuk minggu - sabtu, susun menu bekal dan menu sarapan (klik disini)
Minggu : susun aktifitas anak untuk senin - sabtu (klik disini), minggu rekreasi atau bebas yang lain
Rabu/ Kamis/jumat : kajian 

Untuk jadwal berbenah konmari sbb:
2x Senin (6 dan 13 Agustus 2018): Tidy and Store Clothing
Senin (20 Agustus 2018): Tidy and Store books
Senin (27 Agustus 2018): Tidy and Store papers
Senin (3 September 2018): Tidy and Store komono
Senin (10 September 2018): Tidy and Store kitchen
Senin (17 September 2018): Sentimental item
  • Bulanan
Sabtu : Menghadiri kelas Akademi Keluarga hingga April 2019, sudah start dari April 2018

Timeline diatas, kecuali yang konmari, saya susun mulai dari nol. Alhamdulillah meskipun mungkin masih jauh dari sempurna dan belum terlalu detail, tapi sudah mulai menciptakan diri yang terencana :). 

Salam Spark joy!


Sunday, July 22, 2018

Shokyuu Task 1: Motivasi dan Visualisasi Gaya Hidup Ideal


Setelah mendapatkan Lecture 1: Essential Skills of Tidying, dan Lecture 2: The Spark Joy Standard, dan diskusi-diskusi yang sangat seru, para peserta kelas Shokyuu online diminta untuk mengerjakan tugas pertama. Tugas ini merupakan arahan dalam mengubah mindset peserta. Menuliskan atau menggambarkan target di awal adalah suatu bentuk awal perjuangan menuju gaya hidup yang lebih baik dan positif.

Motivasi

1. Hidup seorang muslim adalah ibadah. Apabila kita hidup di dalam rumah yang bersih dan rapi, maka tentunya kita dapat melakukan ibadah dengan nyaman dan tenang.
2. Memberikan contoh atau teladan kepada anak-anak bagaimana seharusnya kondisi sebuah rumah, juga bagaimana cara untuk menjaganya.
3. Menanamkan pemahaman bahwa "kekacauan adalah suatu hukum alam" (sumber:diskusi kelas Shokyuu). Jadi bagaimana kita punya pengendalian diri yang baik menghadapinya, memiliki cara dalam meminimalisir kekacauan dan cepat dalam membenahinya. Selama ini saya terlalu sering berbenah. Jika ada yang berantakan dan kotor sedikit, langsung dibersihkan, terutama ketika bermain bersama anak. Di akhir hari ketika mereka sudah tidur, saya terkadang menyesal, kenapa malah mendahulukan bersih-bersih dan berbenah daripada memperhatikan mereka.

Visualisasi Gaya Hidup Ideal

1. Hanya memiliki barang-barang yang spark joy dan yang benar-benar dibutuhkan di dalam rumah, semua barang sudah terkategorikan, serta memiliki tempat penyimpanan masing-masing.
2. Semua anggota keluarga memiliki pengetahuan yang sama mengenai tempat penyimpanan semua barang di rumah.
3. Pakaian saya dan suami tidak melebihi kapasitas satu lemari di kamar yang kami miliki saat ini.
4. Memiliki meja untuk saya di pojok kamar bermain anak, lengkap dengan laptop dan printer. Saya bisa menulis sambil menemani mereka bermain. Juga sekaligus mencetak lembaran aktifitas anak, dan melihat video edukasi.

sumber: homemydesign.com

5. Dapur sekaligus area ruang makan (karena rumah saya tidak begitu besar), dengan segala peralatan yang mudah dijangkau.

sumber: igfusa.org

6. Bangun sebelum subuh setiap hari, memastikan bahwa seluruh peralatan memasak sudah siap, peralatan makan sudah bersih semua, pakaian kerja suami dan pakaian sekolah anak sudah siap. Dilanjutkan sholat subuh tepat waktu, tilawah minimal 1 lembar, dan membaca dzikir pagi.
7. Menyiapkan makan pagi untuk suami dan anak-anak, dan sarapan bersama di meja makan.
8. Memiliki area menjahit sederhana yang rapi, minimal dalam seminggu saya bisa 2-3 kali menyempatkan waktu untuk menjahit, agar ilmu yang saya dapat ketika kursus tidak hilang.

sumber: pinterest.com

9. Menghabiskan waktu untuk bermain bersama anak-anak, berusaha menahan diri untuk tidak sedikit-sedikit berbenah, karena ada waktunya sendiri. Anak-anak bermain di ruangan tersendiri, sehingga tidak terlalu repot merapikannya.

sumber: mothermag.com

10. Selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki, berusaha mengerjakan aktifitas harian dan berbenah dengan ceria dan semata mengharap ridha Allah. :) (smileeee).

Lumayan banyak ya visualisasi gaya hidup yang saya inginkan. Sebenarnya beberapa sudah on progress dan hamper terwujud, makanya saya realistis berani menuliskannya. Insya Allah, begitu kelas Shokyuu ini selesai, selesai juga semua target. Aamiin.



Monday, July 9, 2018

Shokyuu Pretask: Harapan dalam Keajaiban Metode Berbenah

Buku Konmari, sumber: personal doc

Saya suka beres-beres dan bersih-bersih rumah sedari kecil. Hanya saja, saya tidak menggunakan metode berbenah tertentu. Yang jelas, saya paling ngga suka ngeliat ada barang yang udah lama ngga dipakai (bukan hiasan), tapi terus terlihat oleh mata. Kalau udah gitu, siap-siap banyak barang hilang deh kalau tinggal sama saya, haha.

Nah, kebetulan sekitar 2 bulan lalu, saya ikut kelas WhatsApp pengenalan konmari dan zerowaste. Sudah dengar konmari lama, tapi belum sempat baca bukunya dan mempelajarinya. Excited sekali dengan materi yang disampaikan, saya langsung browsing dan explore. Saya cari menggunakan hashtag di Instagram dan websitenya. Sangat menggairahkan filosofinya Mbak Marie Kondo ini ternyata. Konmari ini salah satu metode berbenah rumah abad ini. Metode ini tidak sekedar mengajar cara berbenah rumah. Konmari juga sekaligus memberikan kesadaran pelakunya untuk membenahi cara pandang hidupnya. Tidak heran jika mottonya adalah "the life-changing magic of tidying up".

Jika ingin belajar lebih lanjut, bisa ikut online coursenya (https://www.udemy.com/tidy-up-your-home-the-konmari-method/) atau langsung ke lokasi-lokasi yang tersedia di beberapa penjuru dunia dengan harga yang wow. Syukurlah saya lalu mengikuti update dari Konmari Indonesia, yang diasuh oleh Mbak Khoirun Nikmah dan suaminya Mas Aang. Mereka sudah memiliki ijin resmi untuk memberikan sharing Konmari di Indonesia. Mereka juga membuka kelas dasar intensif untuk belajar konmari (Shokyuu). Biayanya? Bisa dibilang ini kelas gratis, karena kita hanya diminta biaya pengembangan komunitas sebesar 100 ribu untuk 3 bulan. Masya Allah ya. Tanpa berpikir panjang saya langsung daftar. Satu lagi kelas penambah keahlian yang saya ikuti tahun ini, yeiii (happy gitu). 

So here Iam now facing the first task along with other 39 members in Shokyuu Group. Harapan dari mengikuti kelas ini yang pertama sekali tentunya dengan mempelajari metode konmari lebih dalam akan lebih membantu dalam kelancaran proses berbenah rumah dan berbenah diri. Kedua, kelas ini menggunakan google classroom sebagai sarana sharingnya. Jujur saja, ini kali pertama saya menggunakannya, dan agak penasaran seperti apa rupanya. Jadi saya berharap menambah wawasan teknologi. Alasan yang agak menggelikan ya. Ketiga, dengan belajar didalam suatu grup, saya berharap akan lebih semangat dalam proses belajar. Apalagi ibu-ibu di grup Shokyuu 10 umumnya ceria dan as excited as iam in learning this tidying method.


Harapan secara umum, metode konmari ini juga beririsan dengan tema kepedulian lingkungan. Kita diharapkan untuk lebih memperhatikan dan menghargai barang-barang yang kita miliki. Menghargai bukan berarti menyimpan terus menerus. Kita diminta untuk menyimpan tidak terlalu banyak barang. Cukup yang dibutuhkan. Jika sudah berlebih, berbagilah. Jangan berpikir lama untuk memberikan barang-barang layak untuk orang yang lebih membutuhkan. Gaya hidup seperti ini juga sesuai dengan ajaran Islam, jangan berlebih-lebihan. Kita juga akan terdorong untuk tidak berperilaku konsumtif, karena kita tidak mau memenuhi rumah dengan terlalu banyak barang. Bukankah di akhirat nanti kita akan diminta pertanggung-jawaban atas segala kepemilikan kita di dunia ini?

Akhir kata, semoga segala ilmu yang saya pelajari dapat langsung dipraktekkan di rumah dan di lingkungan saya. Semoga juga menjadi ilmu yang bisa dialirkan kembali, mulai dengan sharing tulisan ini. Aamiin.

Friday, June 29, 2018

Ibroh Parenting Nabawi AKU Hamil, Melahirkan dan Menyusui


Sumber: Shutterstock.com

Ketika menghadiri kelas dengan materi HMM, qadarullah saya masih menyusui anak kedua yang berumur tepat 2 tahun 1 minggu. Bukan tepat sebenarnya, tapi sudah lewat kalau menurut materi yang disesuaikan dengan ajaran Alqur’an. Betapa kagetnya saya, karena selama ini yang pernah saya baca dari artikel-artikel parenting yang memang sumbernya bukan Alqur’an, bahwa ASI untuk usia diatas 2 tahun masih bagus dan tidak mengapa diteruskan menyusui. Padahal Allah jelas telah mengajarkan dalam QS. Al Baqarah: 233, bahwa menyusui sempurna adalah 2 tahun penuh. Artinya harus berhenti setelah 2 tahun. Jika berhenti sebelum 2 tahun tidak apa-apa. Pelajaran penting, jangan mudah mempercayai teori-teori atau metode-metode yang sumbernya bukan Alqur’an atau sunnah Nabi.

Seorang ibu telah melalui masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui dengan bersusah payah. Tiga hal yang tidak akan bisa tergantikan oleh ayah. Kelebihan ibu ini tercantum dalam Alqur’an Qs. Luqman:14, yang menunjukkan betapa ibu lebih istimewa dibandingkan ayah. Materi ini menerangkan bagaimana seharusnya seorang wanita bersikap dalam 3 masa tersebut.

Pada masa pra-kehamilan, kita belajar dari Istri Ibrahim (Sarah). Kita harus selalu menjaga hati agar selalu berbahagia, serta optimis dalam menanti buah hati. Percaya bahwa semua terjadi dengan sepengetahuan dan kehendak Allah. Masa kehamilan adalah ujian untuk fisik dan juga hati wanita. Belajar dari Istri Imron yang memiliki harapan mulia bagi janinnya, serta belajar dari Maryam yang mengalami kehamilan dalam situasi yang luar biasa sedih dan banyak tantangan. Tantangan yang begitu berat sehingga Maryam merasakan dunia menjadi sangat sempit. Namun Alqur’an lagi-lagi melarang ibu hamil untuk bersedih, sebagaimana ayat yang diturunkan Allah untuk Maryam melalui Jibril. Begitu juga orang-orang di sekitarnya juga harus senantiasa memberikan dukungan. Saya sudah melalui 2 kehamilan, dan memang ada beberapa hal yang membuat perasaan tiba-tiba sedih, mungkin juga akibat lelah dari beban kehamilan. Saya berniat jika nanti hamil lagi, saya akan menyenang-nyenangkan hati saya demi janin dan demi memenuhi perintah Allah (QS. Maryam).

Pada masa jelang melahirkan sebaiknya kita terus menjaga kesehatan, asupan makanan, menyiapkan mental dan jangan banyak berbicara. Yakin proses melahirkan adalah semata-mata wewenang Allah. Setelah melahirkan hendaknya bersyukur dan bertawakal dengan apa yang telah diberikan Allah, berikan nama yang baik dan mendoakan bayi agar dilindungi dari syaithan. Ada satu hal yang juga saya tidak terapkan kepada bayi saya waktu baru lahir, yaitu mentahniknya, sebagai sunnah Nabi. Hal ini lagi-lagi karena saya terlalu percaya dengan teori “ASI Eksklusif” selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Jangan memberikan makanan apapun selain ASI. Menyesal saya dulu tidak cukup ilmu untuk menerapkannya kepada 2 anak saya. Menyusui anak hendaknya dilakukan secara langsung. Allah yang maha tahu dibalik penciptaan bentuk tubuh seorang ibu dalam memberikan manfaat menyusui dengan mendekapnya langsung.

Demikian pentingnya ilmu sebelum amal, ilmu yang berdasarkan kepada ajaran Allah yang tercantum didalam Alqur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Agar hidup kita senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah, jalan menuju syurga. Allahumma Aamiin.

Thursday, June 28, 2018

Ibroh Parenting Nabawi AKU Peranmu Syurgamu

sumber:http://ultimatemuslimwarriors.wordpress.com/islam/

Menjadi istri yang patuh dan taat kepada suami karena Allah memiliki porsi terbesar dalam peran seorang wanita, yaitu 55%,diikuti 29% sebagai ibu, dan 16% sebagai pribadi. Hal ini cukup mengejutkan saya yang selama ini sepertinya malah fokus kepada anak. Persentase ini diambil dari peran wanita yang dicantumkan didalam Alquran. Sungguh suatu pelajaran yang sangat luar biasa yang Allah ajarkan melalui Alquran. Anak yang berbakti kepada ibu sekaligus ayahnya dididik oleh ibu yang berbakti kepada suaminya. Sebagaimana dikisahkan melalui firman Allah, yaitu ketika Nabi Ibrahim diminta untuk menyembelih anak kesayangannya Ismail, tanpa ragu sedikitpun Ismail menyerahkan dirinya. Siapakah ibu Nabi Ismail? Ibunya adalah Siti Hajar, yang dinikahi Nabi Ibrahim, kemudian diminta Allah untuk meninggalkannya di gurun pasir tandus tak berpenghuni. Ibunda Hajar patuh dan tidak mempertanyakan kenapa ia diperlakukan demikian, karena Nabi Ibrahim menyebutkan bahwa hal tersebut perintah Allah.



Kita bandingkan dengan kisah Nabi Nuh, yang ketika kapalnya sudah siap berlayar, mengajak istri dan anaknya untuk ikut bersamanya. Namun istrinya tidak mempercayai suaminya, memilih untuk naik keatas gunung yang tinggi bersama umat lain yang ingkar. Bagaimana dengan anaknya? Anak dari istrinya yang durhaka tersebut ikut mendurhakai ayahnya, ia tidak percaya dengan ayahnya, mungkin karena kesehariannya melihat ibunya yang tidak patuh kepada ayahnya.



Materi ini mengingatkan saya agar senantiasa berusaha menjadi istri sholihah yang apabila dilihat menyenangkan, diperintah ia taat, dan diridhoi hingga ia mati. Oleh karena itu hendaknya seorang istri senantiasa memastikan bahwa suaminya ridha terhadapnya secara konsisten. Menjadi istri yang cerdas ketika sadar telah berbuat salah kepada suami langsung meminta maaf. Begitu juga ketika suami yang berbuat salah, siapa yang harus meminta maaf? Tetap istri yang hendaknya minta maaf lebih dulu. Ini adalah bukti bahwa istri adalah makhluk yang lebih cerdas dibandingkan suami. Ustadzah Poppy juga menyampaikan bahwa perkara seorang mukmin itu hanya 2, yaitu sabar dan syukur. Ketika kita menghadapi berbagai cobaan dalam rumah tangga, baik dalam menghadapi suami, anak, atau orang- orang di sekitar kita, ingatlah 2 perkara tersebut. Depresi bukanlah perkara orang beriman. Sibukkan diri bersama Alqur’an. Hendaknya kita memenuhi fisik, akal dan ruh kita dengan hal-hal yang bermanfaat, jika tidak, tinggalkan. Mengingat usia produktif, ilmu, dan harta yang nanti akan kita pertanggungjawabkan di hari hisab.



Saya menjadi sadar bahwa Alqur'an tidak hanya untuk dibaca, tapi yang paling penting bagaimana kita bisa mentadabburi isinya. Setiap ayat yang disampaikan harusnya menjadi tuntunan, nasihat dan hikmah dalam kehidupan. Betapa ruginya jika selama hidup kita tidak sempat untuk mentadabburi Alqur’an dengan maksimal. Saya sudah merasa sangat rugi, setelah hidup hampir 36 tahun, sangat sedikit ajaran Alqur’an yang saya tahu. Semoga berikutnya saya menjadi lebih rajin mentadabburi Alqur’an, agar menjadi istri, ibu dan pribadi yang lebih baik dan ikhlas.





Friday, March 30, 2018

Review Arena Bermain Apple Bee Mall Taman Anggrek


Apple Bee TamanAnggrek (personal doc)


Salah satu keuntungan menjadi ibu di rumah yaitu bisa plesiran kapan saja. Kebetulan si kakak sekolahnya baru 3 kali seminggu, di sela harinya bisa deh bertualang bersama bunda. Tentunya disesuaikan dengan budget dan stamina anak-anak.

Kali ini saya dan beberapa teman janjian bertemu sambil menemani anak-anak bermain alias playdate. Lokasinya di Apple Bee Mall Taman Anggrek. Mall ini bisa dibilang cukup jauh dari tempat tinggal kami di Cinere. Tapi kami berangkat di saat jam sibuk sudah lewat sehingga tidak macet. Satu jam perjalanan lumayan memberi kesempatan anak-anak untuk tidur.

Harga tiket masuk normal 110 ribu rupiah. Beruntung kami dapat potongan dari La coupon menjadi 65 ribu rupiah per anak. Jangan lupa memakai kaus kaki sendiri dari rumah. Kaus kaki wajib dipakai baik oleh anak maupun pendamping. Kalau lupa disana disediakan, tapi beli ya. Untuk makan dan minum, disana dijual cemilan dan minuman ringan dengan harga cukup terjangkau. Minuman semacam fruit tea botol harganya 10 ribu rupiah. Ada juga brownies dan roti isi seharga 8 ribu rupiah.

Apple Bee Taman Anggrek (persona doc)
Disambut oleh mbak-mbak yang ramah, kita diminta untuk mengisi buku tamu, serta menuliskan nama-nama anak yang akan bermain. Pendamping tidak dikenakan biaya.

Apple Bee Taman Anggrek (personal doc)
Kolam bola putih dilengkapi dua buah perosotan yang cukup rendah disediakan untuk toddler.

Apple Bee Playgound Taman Anggrek (personal doc)



Area sensori berupa kolam pasir hijau, kolam biji jagung, dan biji kayu sungguh menarik untuk anak-anak. Mereka mencoba semua kolam sensori ini sampai terlihat sudah lelah.

Kolam Jagung Apple Bee Taman Anggrek (personal doc)



Apple Bee Playgound Taman Anggrek (personal doc)


Pasir hijau yang cantik membuat ibunya pun gemas dan ikut bermain. Sepatu boots wajib dipakai anak-anak di kolam ini. Untuk pendamping disediakan sandal empuk dan tebal.

Apple Bee Playgound Taman Anggrek (personal doc)


Bermain peran masak di area dapur yang cukup luas, dilengkapi kompor dan tempat mencuci piring mini. Terdapat juga lemari dan kabinet penyimpanan, lengkap seperti dapur ibu-ibu. Rasanya ingin dibawa pulang deh melihat barang-barang di dapurnya 😅.

Apple Bee Playgound Taman Anggrek (personal doc)


Masih di area dapur, rak sayur-sayuran dan buah-buahan yang melimpah. Ah, ini seru sekali untuk dibuat bermain peran shopping di supermarket.

Apple Bee Playgound Taman Anggrek (personal doc)


Di bagian atas area sensori, terdapat ruangan bermain lego. Kami tidak sempat kesana karena anak-anak masih terlalu asik bermain dibawah. 

Apple Bee Playgound Taman Anggrek (personal doc)


Saya agak bingung menyebut area ini. Mari kita sebut saja taman balok busa raksasa. Karena balok-balok tersebut terbuat dari busa berukuran besar dan cukup berat. Di dindingnya terdapat rak panjat tembus pandang.
 


Apple Bee Playgound Taman Anggrek (personal doc)


Setelah kolam bola, main pasir dan biji-bijian, main peran, lanjut lompat-lompatan di trampolin. 

Banyak yaa, masih ada beberapa area dan pilihan mainan lain lho. Untuk batas waktu 3 jam yang diberikan mungkin ngga bisa enjoy semua mainan dalam sekali kunjungan. Tapi bagi balita sih 2 jam saja sudah melelahkan. Kalau saja dekat dengan rumah, mau deh sering-sering kesini. 

Recommended mak!!